Orklan.com – Salah satu pertimbangan konsumen dalam membeli kendaraan adalah efisiensi bahan bakar. Keiritan BBM kendaraan selain dari model kendaraan juga tentu saja dari cara mengemudikan mobil. Apabila gaya mengemudi terlalu agresif dan keliru dapat dipastikan konsumsi bahan bakar menjadi boros.

Terapkan cara berkendara dengan metode Eco Driving. Selain membuat konsumsi BBM mobil lebih irit, juga menciptakan lingkungan lebih bersih.

Presdir Indonesia Defensive Driving Center Bintarto Agung memberikan tips cara mengemudi yang hemat BBM. Sugihandi, trainer Nissan College PT Nissan Motor Indonesia (NMI), ada banyak cara agar mobil irit bahan bakar. Berdasarkan workshop All New Ertiga Tripventue, dipaparkan tips berkendara hemat BBM.

Seperti apa saja? Berikut hasil rangkuman dari ketiga sumber tersebut :

 

  1. Kurangi Beban Berat

Jangan membawa barang dengan bobot melebihi kapasitas. Selalu merujuk pada buku panduan (Manual Book).

Barang-barang yang tidak perlu dikeluarkan dari mobil. Roof rack dilepas bila sedang tidak dipakai. Gunakan kecepatan rendah, jika sedang membawa barang dengan roof rack.

“Setiap penambahan beban muatan sebesar 20 Kg, akan meningkatkan konsumsi BBM sekitar 1%,” ujar Pak Tarto.

Berkendara dengan bobot penuh di kendaraan, ternyata menempati posisi kedua pada faktor pemborosan konsumsi bahan bakar.

Sugihandi mencontohkan prinsipnya sama ibarat naik sepeda, lebih enak sendiri ketimbang berboncengan. Ketika berboncengan tentu dibutuhkan tenaga lebih dalam mengayuh sepeda.

“Sama seperti mobil, begitu overload jangan pernah bicara eco drive (cara mengemudi yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan),” terang dia.

 

  1. Pastikan Kondisi Mesin Prima dan Perhatikan Tekanan Udara Ban

Bagaimana caranya? Dengan kita selalu memeriksa kendaraan setiap sebelum dipakai dan juga melakukan service berkala sesuai dengan panduan manual book nya.

Tekanan udara ban yang kurang akan mengakibatkan gesekan roda pada jalan lebih besar sehingga traksi berkurang dan juga membebani kinerja mobil. Sesuaikan tekanan angin dengan rekomendasi pabrik.

Bila berkurang 50 kPa (0.5 kg/cm2) dari tekanan normal akan terjadi peningkatan konsumsi bahan bakar sekitar 2-4 persen.

Tekanan udara yang kurang pada ban akan membuat ketidakstabilan roda mengakibatkan konsumsi BBM bisa lebih boros hingga 20 persen.

“Pastikan tekanannya sesuai rekomendasi pabrik. Dapat dilihat pada buku manual dan atau ‘Tire Placard’ (Stiker yang biasanya terdapat pada sisi rangka pintu atau ‘Glove Box’,” ujar Pak Tarto yang telah menggeluti dunia konsultan smart driving selama 14 tahun lebih ini.

 

  1. Panaskan Mesin dengan Tepat

Kendaraan model sekarang sudah lebih canggih, sehingga tidak butuh waktu lama dalam memanaskan mesin. Hanya butuh sekitar 3 menit atau saat jarum penunjuk suhu mesin sudah mulai bergerak.

Ketika mesin dipanaskan, mobil memakai bahan bakar sekitar 160cc. Apabila terlalu lama memanaskan mesin sudah pasti membuat konsumsi bahan bakar lebih boros.

 

  1. Pantau Informasi Lalu Lintas

Terjebak kemacetan membuat konsumsi bahan bakar kendaraan lebih besar. Oleh karena itu, sebelum berkendara pilihlah rute yang tepat. Terlebih saat ini sudah ada aplikasi yang bisa membantu memantau lalu lintas secara real time, seperti Google Map atau Waze.

Sebagai catatan, ketika berkendara dalam perjalanan yang ditempuh selama 1 jam,  dan kemudian kehilangan waktu mengemudi (Missing Drive) selama 10 menit disebabkan macet, konsumsi BBM akan meningkat sekitar 14 persen.

 

  1. Akselerasi secara Halus

Ini adalah basic dari eco drive. Ketika mobil mulai melaju, pengemudi harus menginjak gas dengan halus. Start pelan  Targetnya 5 detik kecepatan mencapai 20 km jam, injak pedal secara halus, pedal gas tidak penuh.

Buat mobil transmisi manual, pengemudi akan sering memindahkan gigi. Jangan pernah main setengah kopling, karena begitu injak setengah kopling, tenaga mesin akan terbuang secara otomatis dan juga membuang bahan bakar.

Sedangkan pada mobil bertransmisi otomatis dengan CVT, pengemudi mesti menginjak gas secara berurutan dan sesuaikan dengan kondisi jalan raya. Putaran mesin cukup ditahan di sekitar 2.000 rpm.

 

  1. Oper Gigi pada Putaran Mesin yang Efisien

Kalau kita mau mengemudi dengan efisien mengoper giginya itu di kisaran RPM 1.500-2.200 untuk mesin bensin dan RPM 1.100-2.000 untuk mesin diesel.

Paling hemat apabila mobil melaju dengan konstan di putaran tersebut dengan memakai gigi transmisi yang tertinggi, biasanya akan tercapai kecepatan kendaraan antara 70 km/jam- 80 km/jam.

“Ngoper giginya secepat mungkin, 1,2,3 pindah gigi itu lebih efisien, dibandingkan kita opernya sampai 4.000 RPM, wah enak, suaranya mendengung ngebut tapi ya tidak hemat BBM,” ujar Pak Tarto dalam coaching clinic Smart Driving Toyota Avanza di The Coffee Bean, Trans Studio Mall, Bandung.

“Bilamana perilaku mengemudi kita cukup agresif, dalam arti mengemudi dengan selalu melakukan akselerasi tinggi dan perpindahan posisi gigi diatas 3.000 rpm, maka konsumsi bahan bakar akan menjadi lebih boros sekitar 10% – 20%,” ujarnya.

 

  1. Kurangi Akselerasi dan Deselerasi

Jangan terlalu agresif dengan banyak menekan pedal gas (akselerasi) dan mengerem (deselerasi). Kemudikan kendaraan sebisa dengan konstan sesuai kecepatan rata-rata yang diatur pada lintasan.

Makin konstan kecepatan, BBM semakin irit. “Sebab pada saat menambah kecepatan tadinya kecepatan 100 km/jam menjadi 130 km/jam butuh bahan bakar banyak. Kenapa? Sebab bobot mobil dan beban angin harus dilawan sehingga mesin bekerja lebih keras,” jelas Sugihandi.

 

  1. Jaga Jarak yang Cukup, Gunakan Engine Break dan Momentum

Jaga jarak yang cukup terhadap kendaraan di depan untuk menghindari pengereman secara mendadak. Apabila Anda menekan pedal rem sudah tentu akan menekan pedal gas, saat itulah mobil menyedot bahan bakar lebih.

Pengereman dengan tenaga mesin. Kalau kita enggak harus ngerem ya lepas pedal gas, kemudian pindahkan gigi secara teratur.

Engine brake digunakan secara positif melalui perpindahan gigi (transmisi) yang tepat. Dengan teknik engine brake ini, mesin akan menghentikan supply BBM dan penggunaan bahan bakar menurun sekitar 2 persen.

Pada dasarnya kalau kita tidak mesti ngerem ya jangan mengerem, pakai momentum, pada posisi kendaraan beriringan, bila kendaraan depan nampak lampu remnya menyala, kita mesti mulai melepas pedal akselerator. Gunakan momentum daya dorong daripada kita ngegas terus, boros juga, nanti saja kalau udah dekat baru ngerem.

Apabila kendaraan akan mendekati perempatan, pertigaan, lampu lalu lintas, atau melakukan perlambatan, angkat kaki dari pedal gas lebih awal dan biarkan kendaraan meluncur dengan momentum sebelum menginjak pedal rem.

 

  1. Tutup Jendela

Saat kecepatan tinggi sebaiknya tutup jendela. Angin akan masuk dan bisa menghambat laju mobil, bila jendela terbuka. Makin besar angin yang masuk, semakin besar juga menghambat laju mobil. “Itu makanya diwajibkan menutup kaca jendela pada kecepatan tinggi. Kira-kira 60 km/jam ke atas,” beber Sugihandi.

 

  1. Gunakan BBM Berkualitas

Selalu mengisi BBM kendaraan dengan kualitas bahan bakar yang baik, nilai oktan yang sesuai dengan kebutuhan mesin kendaraan dan tidak meninggalkan kotoran/kerak sisa pembakaran, sehingga bisa membuat kinerja mesin lebih efisien dan membuat jarak tempuh lebih jauh.

 

  1. Penyetelan Suhu AC secara Tepat dan Matikan AC jika Tidak Perlu

Kompresor AC memberi beban cukup besar pada mesin. Matikan AC apabila tidak diperlukan atau saat melaju di cuaca yang sejuk.

Makin lama kompresor hidup, BBM otomatis akan tersedot lebih banyak. Sugihandi menjelaskan, “Agar kompresor tidak hidup terus, caranya dengan Temperaturnya itu enggak perlu digeser hingga maksimal. AC itu ada dua, ada yang blower yang tidak berpengaruh dengan konsumsi bahan bakar, sedangkan yang berpengaruh adalah thermo switch. Bila di posisi off kompresor akan mati tidak pernah hidup sebaliknya bila di posisi on dia selalu menyala. Idealnya disesuaikan, tidak perlu geser ke maksimal, pada saat Temperatur di posisi rendah ada jeda kerja kompresornya, jeda ini membantu jarak lebih bagi BBM.”

“Diatur AC mobil pada suhu 22-23 derajat. Bila AC terlalu dingin, kompresor akan bekerja keras sehingga membebani mesin,” ujar Pak Tarto.

Mencegah suhu terlalu dingin dalam ruang kabin kendaraan sangat penting. Apabila memakai AC dengan suhu 25°C, maka penggunaan BBM akan meningkat sekitar 12 persen. Kaca mobil ditutup rapat sehingga AC tidak bekerja keras dalam menyesuaikan suhu yang diinginkan, akibat suhu panas di luar yang masuk.

 

  1. Matikan Mesin saat Diam Lebih 20 Detik

Apabila kendaraan berhenti dan diam lebih dari 20 detik, akan lebih ekonomis jika mesin kendaraan dimatikan. Biasanya sewaktu lampu lalu lintas sedang merah, perlintasan kereta api, jalan macet dan pada waktu menaikkan/menurunkan penumpang atau barang.

Mesin hidup dan diam selama 3 menit dengan mengemudi 1 kilometer pada kecepatan konstan 50 km/jam memiliki konsumsi BBM yang sama.

“Mematikan mesin tidak akan merusak atau mengurangi kinerja mesin kendaraan,” ujar Pak Tarto.

Jangan biarkan mesin menyala lama dengan kondisi idle atau diam (stop idling) dalam waktu lama. Mobil memakai sekitar 130cc bahan bakar saat mesin idling selama 10 menit (kondisi netral dengan AC dalam keadaan mati).

 

  1. Kontrol

Poin yang haram dilakukan saat eco drive yaitu bertindak agresif di jalan raya. Ketika bertindak agresif, kaki kanan akan menginjak pedal gas secara tidak teratur. “Eco drive itu ternyata 50% mindset. Bisa enggak emosi dikendalikan agar saat ngegas mobil dengan santai, tenang, ini makanya perlu latihan untuk eco drive,” pungkas Sugihandi.

 

Baca juga :

Cek Kendaraan dan Info Pajak Motor/Mobil, Ketik Ini dari Ponsel

Kisah Sukses Pendiri Tokopedia – Profil, Biografi dan Tips Sukses William Tanuwijaya

Berikut Uji Tabrak Xpander-Avanza Dkk, MPV Mana yang Lebih Baik?

Harga Mobil Honda Terbaru

 

Sumber :

https://oto.detik.com/mobil/d-2119561/11-cara-mengemudi-yang-hemat-bbm

https://www.inews.id/otomotif/mobil/10-tips-berkendara-hemat-bahan-bakar-nomor-7-sering-terlupakan

https://otomotif.okezone.com/read/2016/12/08/15/1562420/cara-mengemudi-yang-benar-agar-mobil-irit-bahan-bakar