Orklan.com – Sempat ramai pembahasan tentang pemakaian transmisi matik mobil beberapa waktu lalu. Saat lampu lalu lintas berwarna merah, mobil matik otomatis harus berhenti. Bagaimana dengan transmisinya?

Ada yang beranggapan posisi gigi sebaiknya dinetralkan (N) agar transmisi tidak mudah rusak karena terbebani daya dorong dari mobil. Selain ada yang malahan beranggapan sebaliknya. Lantas mana yang paling benar dilakukan? Perlukah memindahkan ke transmisi netral (N) atau tetap pada posisi gigi drive (D)?

Mengutip Picknbuy24, Minggu (10/2/2019), ketika mobil berhenti di lampu merah sebaiknya gigi dipindahkan ke posisi netral (N). Ketika jalan saat lampu lalu-lintas hijau, pindahkan lagi ke posisi D.

Dikarenakan saat mobil berhenti dalam posisi D, oli transmisi terus terpakai dan membuatnya menjadi panas. Selain juga memindahkan gigi ke posisi N ketika berhenti di lampu merah dapat sedikit menghemat pemakaian bahan bakar.

Selain alasan teknis, memindahkan gigi ke posisi netral ketika lampu merah juga dapat berkontribusi terhadap keselamatan pengendara. Dalam posisi D pedal rem harus diinjak, bila lalai, otomatis mobil matik akan maju dan menubruk yang di depannya. Selain itu dalam posisi gigi netral (N), juga dapat mengistirahatkan kaki dari pedal rem untuk sejenak.

 

Sementara itu, pemilik bengkel spesialis Worner Matic Hermas Efendi Prabowo, mengatakan pada dasarnya kedua persepsi (pilih N atau D), disesuaikan situasi saat di lampu merah.

Semua perpindahan gigi sudah diatur otomatis sesuai kebutuhan pengendara. Ketika mobil diam, meski tuas transmisi pada posisi D, rangkaian transmisi pada girboks juga tidak akan bekerja, alias diam. Saat pedal rem dilepas dan terjadi pergerakan, barulah transmisi kembali bergerak. “Sebenarnya keberadaan transmisi matik itu lebih untuk kenyamaan dan kemudahan penggunanya, pasti pihak pabrikan juga telah memperhitungkan, jadi tidak usah khawatir bisa rusak atau jebol apabila tetap di D ketika di lampu merah,” ujar Hermas.

Lebih lanjut Hermas menuturkan alasan memindahkan tuas ke N sebetulnya lebih untuk keamanan. Contoh ketika pedal rem tak sengaja terlepas oleh karena kaki pegal sebab terlalu lama menekannya, hal tersebut akan berisiko pada kecelakaan. “Kalau untuk safety itu lebih baik memang di N, apalagi jika lampu merahnya lama, daripada injak rem terus mendingan dinetralkan. Hanya saja jika lampu merahnya tinggal 10 atau 5 detik ya buat apa dipindahkan, malah tidak praktis,” kata Hermas.

Ada juga hal yang perlu dicatat nih. Ketika lampu merah, memindahkan gigi ke posisi netral sudah cukup, tidak perlu hingga posisi ‘P’ atau Parking. Kebiasaan sering melakukan hal tersebut dapat membuat transmisi cepat rusak.

Sony Susmana, Senior Trainer SDCI mengatakan bahwa dari segi teknis, saat berhenti di lampu merah dan dengan transmisi P malah akan membebani kerja girbok dan mesin. Transmisi P hanya dipakai saat kendaraan berhenti lalu mesin mati. Apalagi jika posisi transmisi tetap di D, kerja girbok dan mesin semakin berat. Pengemudi disarankan untuk memindahkan ke N ketika berhenti di lampu merah. Lantaran antara mesin dan girbok tidak saling terhubung sehingga transmisi awet, tidak cepat rusak.

 

Tanggapan untuk Video sedang Viral : Saran untuk Menahan Gigi Matik di D saat Lampu Merah

Video tersebut menyebutkan bahwa terlalu sering pindah transmisi dari N ke D dan sebaliknya dapat menimbulkan gesekan pada bagian kopling yang berada setelah torque converter sehingga akan menambahkan partikel-partikel pengotor oli.

Hermas selaku Teknisi Ahli Transmisi Worner Matic menanggapi hal tersebut. “Transmisi matik itu dibuat untuk kenyamanan dan keselamatan. Tentu tidak nyaman jika menahan rem di lampu merah, selain itu saat menahan rem dan lalai bisa menimbulkan kecelakaan,” ucapnya.

Sebelum lanjut mengenai friksi yang dihasilkan, Hermas menyebutkan pentingnya memahami flow of power dan fluid management pada transmisi matik.

 

Flow of Power dan Fluid Management

“Saat mesin nyala, maka putaran mesin akan memutar drive plate. Drive plate ini terikat dengan turbin pada torque converter,” ujar Hermas. Turbin tersebut memutar pompa oli transmisi matik, sehingga menghasilkan tekanan oli. Tekanan oli dari pompa salah satunya diteruskan untuk memutar impeller (kipas) dalam torque converter.

“Nah, yang perlu dipahami. Pada transmisi matik ada yang namanya Manajemen Hidrolis. Di mobil modern sudah punya control modul. Contoh, pada mobil matik modern, ketika mobil diam di posisi D dan pedal rem ditahan, mobil tidak akan memaksa maju. Sebab tekanan oli direduksi, putaran tidak 1 banding 1. Jadi putaran mesin menunjukkan 800 RPM, namun tidak serta merta 800 RPM di torque converter. Bisa berkurang 200 RPM,” sambungnya.

Perihal pelat kopling yang bergesekan, Hermas menuturkan susunan kopling terdiri dari steel plate dan kampas, keduanya memiliki permukaan halus. Dan ada celah di antaranya yang terisi oleh oli yang bertugas sebagai pendingin dan lubrikasi. “ Memang ada gesekan, tapi bukan kering ketemu kering. Jadi kopling basah. Jadi bila ada gesekan tidak signifikan,” tegasnya.

Putaran dari input shaft 600 RPM ketika idle, setara 10 putaran kampas per detik. Kecepatan kerja clutch karena tekanan oli yang menekan (kampas dan pelat) juga tinggi, sehingga efek friction-nya belum tentu 1 putaran kampas. Oleh sebab kampas dan pelat berlumur oli, walaupun terjadi gesekan 1 putaran per detik, tidak berefek signifikan pada kampas.

 

Transmisi Matik Awet Puluhan Tahun

Hasil riset Worner Matic menunjukkan bahwa tanpa ada kegagalan sistem hidrolis, kampas kopling tidak akan terbakar meski gearbox matic sudah dipakai 25 tahun.

“Jadi nggak usah takut menggeser tuas dari D ke N atau sebaliknya saat kondisi jalan macet atau lampu merah,” pungkasnya.

 

Gejala saat Kampas Kopling Menipis

Faktor kepraktisan dan kenyamanan membuat mobil-mobil di perkotaan kebanyakan memakai transmisi otomatis. Bagi pemilik kendaraan matik yang sudah cukup berumur wajib mengetahui ciri-ciri kampas kopling yang mulai habis. Walau tanpa tuas kopling, mobil matik masih punya komponen kampas kopling layaknya mobil transmisi manual. Hermas Efendi Prabowo mengatakan ada beberapa gejala saat kampas kopling sudah menipis.

Gejala paling umum tarikan mobil terasa melambat, meski putaran mesin sudah tinggi,” ujar Hermas.

 

Baca juga :

Mindset & Gaya Mengemudi yang Hemat BBM

Pengusaha Lintas Jaman, Ini Rahasia Sukses Pendiri Sinar Mas Eka Tjipta Widjaja

Sebelum Beli Mobil LCGC, Tinjau Dulu Uji Tabraknya

Harga Mobil Honda Terbaru

 

Sumber :

https://otomotif.kompas.com/read/2020/02/11/065200415/posisi-gigi-mobil-transmisi-matik-di-lampu-merah-pakai-d-atau-n?page=all

https://oto.detik.com/tips-and-tricks-mobil/d-4421387/perlukah-memindahkan-gigi-ke-netral-saat-di-lampu-merah

https://www.liputan6.com/otomotif/read/4153304/transmisi-matik-sebaiknya-di-d-atau-n-saat-menunggu-lampu-merah

https://otomania.gridoto.com/read/241174817/begini-posisi-transmisi-yang-benar-saat-lampu-merah